Atasi Darurat Narkoba, Pemerintah Indonesia Angkat Anggaran BNN
Atasi Darurat Narkoba, Pemerintah Indonesia Angkat Anggaran BNN

Oleh Irvan 23 Jan 2018, 16:08:03 WIB Peristiwa
Atasi Darurat Narkoba, Pemerintah Indonesia Angkat Anggaran BNN

Keterangan Gambar : Foto: ist


satunusantaranews – Jakarta. Semangat pencegahan dan pemberantasan narkotika dan obat obat berbahaya lainnya (Narkoba) yang telah merambah seluruh eleman bangsa. Komitmen mencegah dan memberantas narkoba tidak cukup dengan retorika tetapi dibutuhkan dukungan anggaran kuat baik dari pemerintah maupun parlemen atau DPR, dan Pemerintah harus menerbitkan peraturan mengenai Indonesia Darurat narkoba.

”Sistem anggaran di Badan Narkotika Nasional (BNN) perlu di dorong dalam bentuk peraturan pemerintah mengenai Indonesia darurat Narkoba yang mencakup salah satunya mengenai penggunaan anggaran BNN melaui system dana siap pakai. Sudah Seharusnya menggunakan dana siap pakai yang disediakan oleh Pemerintah dalam anggaran BNN, seperti BNPB. Karena tidak mungkin kita menangani darurat narkoba menunggu anggaran yang menggunakan prosedur normal,”ujar Arya Maulana praktisi anti narkoba yang juga ketua Yayasan Generasi Indonesia Emas di Jakarta, Rabu (24/01).

Menurut Arya anggaran yang di kelola BNN pada APBN 2017 kurang lebih 1.3 Triliun ini sangat kurang mengingat negara kita terdiri dari ribuan pulau, jadi bisa saja para pengedar narkoba masuk melalui pesisir laut kita.

“Sangat logis anggaran BNN pada APBN 2017 sebesar 1.3 Triliun di naikan minimal menjadi 5 Triliun untuk mengatasi Indonesia darurat narkoba karena ini menyangkut hidup masyarakat Indonesia termasuk masa depan generasi muda Indonesia, mengingat trand masalah pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di tahun 2017 terus meningkat,”ungkap Arya.

BNN memiliki tugas yang sangat berat karena ancaman di Indonesia yang berat adalah narkoba dimana status ancaman tersebut di dalam kategori darurat yang menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya

“Darurat Narkoba merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan faktor non alam atau faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerugian harta benda, dan dampak psikologis, bahkan mampu menghancurkan satu generasi atau Lost Genartion,”tegasnya.

Para mafia narkoba tak masuk ke dalam wilayah Indonesia begitu saja. Sebelum memasok anggota mereka terlebih dahulu mempelajari dan menyelidiki situasi baik keamanan, personal, hukum dan perundang-undangan negara Indonesia, bahkan peralatan yang dimiliki oleh aparat penegak hukum Indonesia.

“Wilayah Indonesia yang luas yang terdiri dari 17 ribu pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan jumlah populasi Indonesia yang besar sekitar 250 juta orang bagi pasar narkoba adalah pasar yang luar biasa menjanjikan, Ribuan pulau yang tersebar yang dimiliki Indonesia rupanya dimanfaatkan menjadi titik masuk yang strategis bagi mafia narkoba untuk memasok barang haram tersebut ke dalam wilayah Indonesia,”pungkas Aryo. (ray/md:foto ist)




+ Tulis Komentar

Tuliskan Komentar Anda [ Facebook ]

+ Lihat Semua Komentar

Tuliskan Komentar Anda