Raja Arab Saudi Salman Turun Takhta ?
Raja Salman Turun Takhta dan Diganti Putra Mahkota Pekan Depan

Oleh Bambang Sutejo 17 Nov 2017, 11:01:58 WIB Internasional
Raja Arab Saudi Salman Turun Takhta ?

Keterangan Gambar : Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud (Saudi Press Agency, via AP)


Satunusantaranews.com - Riyadh. Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dikabarkan akan turun takhta dan menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Pangeran Mohammed bin Salman, pada pekan depan. Hal tersebut disampaikan seorang sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan kepada Daily Mail Online.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Raja Salman akan terus melanjutkan posisinya hanya sebagai tokoh seremonial. Sang raja akan menyerahkan kepemimpinan resmi Arab Saudi kepada anaknya--sering dijuluki sebagai MBS atau Mohammed bin Salman.

"Kecuali sesuatu yang dramatis terjadi, Raja Salman akan mengumumkan penunjukan MBS sebagai Raja Arab Saudi pekan depan," ujar sumber tersebut seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (17/11/2017).

"Raja Salman akan berperan seperti Ratu Inggris. Ia hanya akan memegang gelar 'Penjaga Dua Kota Suci'," ucap dia.

Langkah tersebut dipandang sebagai bagian akhir Pangeran Mohammed dalam pengambilalihan kekuasaan. Sebelumnya, pria berusia 32 tahun itu telah memerintahkan penangkapan lebih dari 40 pangeran dan menteri pemerintah dalam sebuah penyelidikan korupsi.

Sumber dari level pejabat tinggi itu mengatakan, saat dinobatkan sebagai raja, Pangeran Mohammed akan mengalihkan fokusnya ke Iran, sebuah negara kaya minyak yang telah lama menjadi saingan Arab Saudi.

Sumber tersebut juga mengatakan, Pangeran Mohammed akan meminta bantuan militer Israel untuk menghancurkan Hizbullah, milisi Lebanon yang didukung Iran.

"MBS telah yakin bahwa ia harus menghancurkan Iran dan Hizbullah. Bertentangan dengan nasihat yang diberikan oleh para tetua kerajaan, itulah sasaran MBS berikutnya. Karenanya penguasa Kuwait secara pribadi memanggilnya 'banteng yang sedang mengamuk'," ujar sumber tersebut.

"Rencana MBS adalah untuk menyulut api di Lebanon. Namun dia berharap untuk mengandalkan dukungan militer Israel. Ia telah menjanjikan Israel bantuan keuangan miliaran dolar jika mereka setuju."

"MBS tidak bisa menghadapi Hizbullah di Lebanon tanpa Israel. Rencana B adalah untuk memerangi Hizbullah di Suriah," jelas dia.

 




+ Tulis Komentar

Tuliskan Komentar Anda [ Facebook ]

+ Lihat Semua Komentar

Tuliskan Komentar Anda